Audensi Dan Paparan Koperasi Bugin Sejahtera.Pasar Tumbuh Lemabang.Selasa/29/4/2026

Palembang – Jurnalindependen my id.Pemerintah Kecamatan Ilir Timur II menggelar audiensi dan paparan terkait pengelolaan Pasar Tumbuh Lemabang, Selasa (29/4/2026), di Balai Pertemuan Kantor Camat Ilir Timur II, Jalan Yos Sudarso No. 1, Kelurahan 3 Ilir, Kota Palembang.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan kecamatan, kelurahan, unsur TNI dan Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Satpol PP, pengurus koperasi, para ketua RT, serta puluhan pedagang kaki lima (PKL), tukang parkir, dan pengemudi becak motor.
Perwakilan Kecamatan Ilir Timur II, Fajar Setiawan, menyampaikan bahwa audiensiini bertujuan memfasilitasi perjanjian kerja sama antara Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Palembang Jaya dengan Koperasi Bumi Sejahtera dalam pengelolaan Pasar Tumbuh Lemabang.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban, terutama di tengah tingginya intensitas hujan yang berpotensi menimbulkan genangan. Selain itu, ia mengingatkan agar pedagang dan petugas parkir tidak menggunakan badan jalan maupun pembatas jalan untuk berjualan dan parkir.
“Kami berharap seluruh pihak dapat menjaga kebersihan lingkungan serta mematuhi aturan lalu lintas demi kelancaran aktivitas di kawasan pasar,” ujarnya.
Dari unsur TNI, Danramil Lemabang menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam penataan pasar. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap satu sistem pengelolaan guna menghindari konflik di lapangan.
“Penataan ini bertujuan menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama. Jalan merupakan fasilitas umum yang tidak boleh terganggu aktivitas perdagangan,” tegasnya.
Senada, perwakilan Polsek Ilir Timur II melalui Panit Intel mengimbau para pedagang dan juru parkir untuk tidak beraktivitas di pinggir jalan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.
“Kami mengingatkan potensi bahaya, terutama dari kendaraan besar. Oleh karena itu, ketertiban harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Kepala UPTD Terminal Lemabang, Arman, menambahkan bahwa pengelolaan pasar harus dilakukan secara kolaboratif dengan mengedepankan komunikasi antarinstansi. Ia menekankan bahwa kenyamanan pengguna jalan juga harus menjadi perhatian utama.
Sementara itu, perwakilan Perumda Pasar Palembang Dede Irawan menjelaskan bahwa aktivitas pasar tumpah telah diatur dengan jam operasional mulai pukul 04.00 hingga 09.00 WIB. Setelah waktu tersebut, area harus steril dari aktivitas perdagangan,
“Jika terjadi pelanggaran, Satpol PP akan melakukan penindakan sesuai Aturan yang berlaku,” jelasnya.
Perwakilan Satpol PP turut menegaskan komitmennya dalam menegakkan peraturan daerah serta memastikan kesepakatan yang telah dibuat dapat dijalankan secara konsisten.
Di sisi lain, pengelola Koperasi Bumi Sejahtera, Neni, menyampaikan Alhamdulillah berkat di Fasilitasi oleh Kecamatan , ” Jadi Kita Bisa Audensi untuk Koperasi untuk Mewadahi Pasar Tumpah ini di pasar lemabang dan kita kerjasama dinaungi Undang-undang serta kita sebagai pengurusnya,” tuturnya

” Disini kami mendukung semua Aspirasi pedagang dan nanti kami Relesasikan secepatnya nanti kita akan Turun kelapangan langsung kerjasama dengan pihak terkait, Serta kami akan bertanggung jawab atas pengelolaan pasar dan memastikan pedagang mematuhi aturan, termasuk terkait kebersihan dan penataan parkir,” ungkapnya
Dalam sesi diskusi, sejumlah ketua RT menyampaikan aspirasi warga, di antaranya meminta pedagang tidak berjualan di lorong permukiman, menjaga kebersihan, serta menata parkir agar tidak mengganggu akses warga.
“Kami berharap ada penertiban yang tegas, karena aktivitas di lorong sering menghambat mobilitas warga, bahkan dalam kondisi darurat,” ungkap salah satu ketua RT.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan tata kelola Pasar Tumbuh Lemabang yang tertib, bersih, dan aman, serta mampu mengakomodasi kepentingan pedagang tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat,”pungkasnya(Imron)

Polda Sumsel Bongkar Dugaan Jaringan TPPO,Bayi 3 Hari Nyaris Di Perjualbelikan

PALEMBANG –Jurnalindependen my id. Polda Sumatera Selatan membongkar dugaan praktik jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus penjualan bayi di Kota Palembang. Direktorat Reserse PPA dan PPO menggagalkan transaksi terhadap seorang bayi perempuan berusia tiga hari yang hendak diperjualbelikan seharga Rp52 juta.

Petugas mengamankan tersangka berinisial HA (31) saat melakukan transaksi di kawasan Sukarami, Minggu (22/2/2026). Penindakan ini merupakan hasil patroli siber intensif yang mendeteksi penawaran adopsi ilegal melalui media sosial.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa penyidik tidak hanya memproses pelaku yang tertangkap tangan, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

“Kasus ini kami tangani dengan pendekatan TPPO. Tidak menutup kemungkinan terdapat pihak lain yang terlibat dalam skema perdagangan orang. Kami akan telusuri hingga tuntas,” tegas Kombes Pol. Nandang.

Dalam operasi tersebut, tim menyita telepon genggam yang digunakan untuk komunikasi transaksi, uang muka sebesar Rp1 juta, dokumen pernyataan adopsi, serta rekaman CCTV yang menguatkan peristiwa.

Bayi korban saat ini berada dalam perlindungan Polda Sumsel dan telah mendapatkan penanganan medis serta pendampingan psikososial. Kepolisian juga berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan pemenuhan hak serta masa depan anak tersebut.

Tersangka dijerat Pasal 76F jo Pasal 83 Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 2 jo Pasal 17 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Polda Sumsel menegaskan bahwa perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang menyerang martabat kemanusiaan dan tidak akan diberi ruang di wilayah Sumatera Selatan. Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa negara hadir dan bertindak tegas melindungi kelompok rentan.

“Kami memastikan setiap praktik eksploitasi manusia, terlebih terhadap anak, akan kami tindak tanpa kompromi,” tutup Kombes Pol. Nandang.

Martabak Kari Neni Di Serbu Tiap Ramadhan ,Produksi Tembus 15 kg Terigu Sehari Jelang Lebaran

PALEMBANG —Jurnalindeppenden my id. Ramadan di kawasan Pasar Lemabang, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, selalu punya aroma khas: gurih rempah yang menyeruak dari lapak Martabak Kari Neni.

Usaha musiman ini tak sekadar jualan takjil, ia sudah menjelma jadi destinasi kuliner yang diburu warga setiap bulan puasa.
Baru buka selepas Zuhur sekitar pukul 13.00 WIB, antrean mulai mengular jelang Asar.

Puncaknya? Satu jam sebelum berbuka. Pembeli datang silih berganti, sebagian bahkan memilih menunggu demi memastikan tak kehabisan.
“Kalau awal puasa biasanya 5 sampai 7 kilo terigu.

Tapi kalau sudah dekat Lebaran bisa sampai 10 sampai 15 kilo per hari karena ramai sekali,” ujar Neni, pemilik lapak, Minggu (22/2/2026).

Lonjakan produksi itu bukan angka kecil. Dari 5 kilogram terigu saja, Neni bisa menghasilkan sekitar 130 potong martabak kari.

Artinya, saat mendekati Lebaran, ratusan hingga lebih dari 300 potong martabak bisa ludes dalam sehari.

Yang membuat martabak ini berbeda bukan hanya adonan dan isian dua telur ayam per porsi, melainkan kuah karinya yang kental, hangat, dan sarat rempah. Kuah inilah yang membuat pelanggan kembali lagi setiap tahun.

Awal Ramadan, Neni menghabiskan sekitar 10 kilogram kentang per hari untuk kuah. Menjelang Lebaran, kebutuhan melonjak hingga 20 kilogram bahkan lebih. Kuah disiapkan dalam beberapa termos besar untuk melayani pembeli yang makan langsung di pasar maupun dibungkus.

“Kita buat setiap hari, tidak nimbun bahan. Jadi semuanya fresh,” tegasnya.

Ia menolak menyimpan sisa bahan demi menjaga rasa dan kualitas.

Semua diolah harian, dari adonan hingga kuah. Tidak ada kompromi soal kesegaran.

Di tengah harga bahan pokok yang fluktuatif, martabak kari ini tetap dibanderol Rp14 ribu per porsi dengan dua telur ayam. Pelanggan bisa menambah telur sesuai selera. Ada pula menu spesial dengan isian daging cincang kornet, mulai Rp20 ribu per porsi.

Harga terjangkau dengan porsi mengenyangkan menjadi kombinasi yang sulit ditolak, terutama bagi warga yang berburu takjil di Pasar Lemabang.

Menariknya, selama Ramadan Neni memilih fokus penuh pada martabak kari dan tidak menyediakan martabak sayur. Alasannya tegas: prosesnya lebih rumit dan ia ingin menjaga konsistensi menu andalan.
Di balik lonjakan produksi dan antrean panjang, Neni memegang satu prinsip sederhana.

“Resepnya harus pakai hati dan cinta. Insyaallah kalau masak pakai hati rasanya enak,” ucapnya.

Kalimat itu mungkin terdengar klise, tapi bagi pelanggan setianya, rasa kuah kari yang kaya rempah dan tekstur martabak yang lembut di dalam, renyah di luar, adalah bukti nyata.

Setiap Ramadan, lapak sederhana ini membuktikan bahwa kekuatan kuliner tradisional bukan pada kemasan mewah, melainkan konsistensi rasa, harga bersahabat, dan kehangatan pelayanan.

Bagi warga Palembang, berbuka tanpa martabak kari Neni terasa kurang lengkap.

Dan bagi pemburu kuliner Ramadan, ini adalah salah satu titik yang wajib disinggahi sebelum azan Magrib berkumandang Ungkapnya(Sundari)

Tak Ada Ruang Bagi Penyakit Masyarakat ,Polda Sumsel Tegas Bertindak

PALEMBANG — Jurnalindependen my id.Penindakan Tegas Hari Ke-10 Operasi Pekat Musi 2026

Polda Sumsel mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dengan mengamankan puluhan tersangka pada hari kesepuluh Operasi Pekat Musi 2026, Minggu (22/2/2026).

Operasi menyasar premanisme, peredaran narkotika, perjudian, minuman keras ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat menjelang Ramadan.

Personel Satgasda dan Polres jajaran bergerak simultan melalui patroli skala besar, razia terukur, serta penindakan hukum di titik-titik rawan di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Subsatgas Narkoba mengamankan tersangka berikut barang bukti sabu seberat 21,25 gram dan 8 butir ekstasi. Di sektor kejahatan konvensional, jajaran Polres Banyuasin menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan tandan buah sawit.

Polres Prabumulih mencatat 24 kasus pengungkapan dalam satu hari, didominasi tindak premanisme dan peredaran petasan. Polres Muara Enim serta Polres OKU Timur turut mengamankan belasan tersangka dari perkara perjudian dan miras ilegal.

Data tersebut menunjukkan bahwa Operasi Pekat Musi 2026 berjalan progresif dan terukur.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku kejahatan.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi premanisme, peredaran narkoba, maupun penyakit masyarakat lainnya. Seluruh Target Operasi dan Non-TO kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Ia menambahkan bahwa Operasi Pekat Musi 2026 merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat menjelang Ramadan.

Selain penindakan hukum, personel Subsatgas Binmas melaksanakan penyuluhan kepada pedagang dan kalangan pemuda untuk mencegah balap liar serta tawuran.

Pendekatan tegas dan edukatif tersebut memperkuat langkah Polda Sumsel dalam menjaga kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan.

Operasi Pekat Musi 2026 akan terus dievaluasi secara harian guna memastikan seluruh wilayah Sumatera Selatan berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Polda Sumsel Siapkan Strategi Operasional Dan Penguatan SDM Hadapi Tantangan Global 2026

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan-Jurnalindependen my id.menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Tingkat Polda Sumsel Tahun Anggaran 2026 di Auditorium lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumsel pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum..

Rapim ini bertujuan untuk menjabarkan Commander Wish Kapolda Sumsel 2026 yang berfokus pada transformasi menuju Polri yang Presisi, profesional, dan melayani. Agenda utama mencakup penguatan stabilitas keamanan sebagai prasyarat pembangunan nasional dan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel memberikan paparan strategis terkait fungsi operasional, perencanaan anggaran, logistik, sumber daya manusia, hingga pengawasan internal. Paparan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian ke depan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyatakan bahwa Rapim ini merupakan langkah krusial untuk menyelaraskan persepsi seluruh personel dalam mengawal program prioritas nasional. Hal ini mencakup dukungan terhadap swasembada pangan, energi, hingga pengamanan proyek strategis nasional.

“Melalui Rapim ini, Kapolda menekankan pentingnya respons cepat, tepat, dan bertanggung jawab dalam pelayanan masyarakat serta penanganan gangguan kamtibmas,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya. Beliau menambahkan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara transparan, berkeadilan, dan tetap mengedepankan sisi humanis.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., serta seluruh Kapolres jajaran. Personel di tingkat Polsek turut mengikuti arahan secara daring untuk memastikan instruksi tersampaikan hingga ke garda terdepan.

Rapim ditutup dengan arahan Wakapolda Sumsel yang menekankan implementasi prinsip kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk terus memuliakan profesi kepolisian melalui integritas dan etika pelayanan yang tinggi demi meningkatkan kepercayaan publik.

PRESIDEN PRABOWO ANUGERAKAN BINTANG JASA DAN SATYALENCANA WIRA KARYA KEPADA PENGGERAK MBG DAN RANTAI PASOK SPPG POLRI

Jakarta – JURNALINDRPENDEN.MAY ID.Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada para pejabat Polri serta tokoh masyarakat yang menjadi penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguat rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Penganugerahan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (SPMBG) serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri, Jumat (13/2/2026). Penghargaan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Bintang Jasa dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Satyalancana Wira Karya, yang ditandatangani di Jakarta pada 13 Februari 2026.

Tanda kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa besar, dedikasi, serta kontribusi nyata dalam memperkuat implementasi MBG Polri, menjaga kelancaran rantai pasok SPPG Polri, serta mendukung kebijakan nasional di bidang gizi, ketahanan pangan, dan pelayanan publik.

Berikut daftar penerima dan jenis tanda kehormatannya sesuai urutan:

I. Bintang Jasa Utama
1. Dr. Ir. Dadan Hindayana – Kepala Badan Gizi Nasional.

II. Bintang Jasa Pratama
2. Komjen Pol. Dedi Prasetyo – Wakapolri.
3. Sony Sonjaya, S.I.K. – Irjen Pol (Purn), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
4. Nanik Sudaryati Deyang – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
5. Lodewyk Pusung – Letjen TNI (Purn), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
6. Komjen Pol. Wahyu Widada – Irwasum Polri.

III. Bintang Jasa Nararya
7. Nurworo Danang, S.I.K. – Irjen Pol, Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri.
8. Iman Prijantoro, S.H. – Irjen Pol (Purn), Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas MBG Polri.
9. Abdul Karim, S.I.K., M.Si. – Irjen Pol, Kadivpropam Polri.
10. Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si. – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia.

IV. Satyalancana Wira Karya
11. Irjen Pol. Asep Edi Suheri – Kapolda Metro Jaya.
12. Dr. Ribut Hari Wibowo – Kapolda Jawa Tengah.
13. Hengki – Kapolda Banten.
14. Irjen Pol. Whisnu Hermawan Febrianto – Kapolda Sumatera Utara.
15. Drs. Nanang Avianto – Kapolda Jawa Timur.
16. Asep Safrudin – Kapolda Kepulauan Riau.
17. Dr. Gatot Tri Suryanta – Kapolda Sumatera Barat.
18. Andi Rian R. Djajadi – Wakalemdiklat Polri.
19. Rosyanto Yudha Hermawan – Kapolda Kalimantan Selatan.
20. Dekananto Eko Purwono – Wakapolda Metro Jaya.
21. dr. A. Nyoman Eddy Purnama Wirawan – Karodokpol Pusdokkes Polri.
22. Hendra Kurniawan – Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. II Sespim Lemdiklat Polri.
23. Ucu Kuspriyadi – Karorenmin Itwasum Polri.
24. Nanang Masbudi – Irwasda Polda Sumut.
25. Sri Satyatama – Irwasda Polda Metro Jaya.
26. Feri Handoko Soenarso – Irwasda Polda Sumsel.
27. Tato Pamungkas Suyono – Irwasda Polda Kepri.
28. Yayat Ruhiyat – Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Jatim.
29. Andi M. Indra Waspada A. – Kapolresta Tangerang Polda Banten.
30. Dr. Raden Muhammad Jauhari – Kapolres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya.
31. Ferry Mulyana Sunarya – Kapolres Nias Selatan Polda Sumut.
32. Wikha Ardilestanto – Kapolres Bogor Polda Jabar.
33. Pahala Martua Nababan – Kapolres Lingga Polda Kepri.
34. Hendro Sukmono – Kapolres Bangkalan Polda Jatim.
35. Dewiana Syamsu Indyasari – Kapolres Sragen Polda Jateng.
36. Angga Dewanto Basari – Kapolres Donggala Polda Sulteng.
37. Willian Harbensyah – Kapolres Sijunjung Polda Sumbar.
38. Budi Raharjo – Panit 1 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Jateng.
39. Direktur Bank Mandiri.
40. H. Zaini Sidi – Tokoh masyarakat sektor pangan.

Penganugerahan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan kerja nyata para penggerak MBG serta penguatan rantai pasok SPPG Polri dalam menjaga keberlanjutan program pemenuhan gizi dan ketahanan pangan nasional.

Hal sebagai wujud transparansi dan apresiasi atas sinergi lintas sektor demi kesejahteraan rakyat serta penguatan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.