Jurnalindependenpers, Palembang- Acara yang bertajuk “Recovery Sosial Masak Besak Warga Palembang”, yang bertujuan untuk memulihkan citra Kota Palembang yang tercoreng akibat ulah WS (DPO). Kegiatan Masak Besak sebanyak 1.000 kg berupa 300 Kg daging sapi dan 700 Kg ayam, berlangsung sukses serta tertib menghadirkan keberkahan dari Allah berupa hujan sa’at menjelang berbuka. Suasana panas menjadi sejuk. Dengan berhasilnya acara Sosial Recovery Masak besak ini, secara tidak langsung membuktikan walau dengan perencanaan hanya beberapa hari, bisa terwujud dengan sukses serta berlangsung tertib. Panitia bisa menyelesaikan masak besak daging rendang sebanyak 300 kg dan Ayam Kecap 700 kg sebelum jam 17.00 Wib. ketum Gencar menyampaikan bahwa Satu Minggu terakhir Kita dihantam badai. Siapapun yang buka medsos di Indonesia ini, pastilah melihat ulah Ws, yang mengakibatkan wong plembang jadi tergredasi. Dengan berbagai ucapan yang menjatuhkan marwah warga Kota Palembang
“Satu Minggu terakhir, Kita dihantam badailah. Siapapun yang buka medsos di Indonesia ini, pastilah melihat salah seorang konten kreator Ws, yang mengakibatkan wong plembang jadi tergredasi. Dikatakan orang plembang tamak, rakus dan sebagainya. Tidak ada yang bagus, kayak hewanlah segala macem. Seolah olah diruang publik, wong plembang dak pernah makan daging. Dak pernah makan rendang, dak pernah makan ayam gitu. Susah banget” demikian disampaikan oleh ketum Gencar dengan nada kesal.
Dilanjutkan oleh Charma Afrianto, Ketum Gencar bahwa Kegiatan ini diprakasai oleh Gerakan Cinta Rakyat, Gerakan Sadar Wisata (Gesata), Kirana, dr Richard Lee Klinik Athena dibantu Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang dan yang lainnya. Semua bersatu berkolaborasi demi Marwah Kota Palembang.

“Untuk itulah, kami mengapresiasi acara ini. Kami mengajak himpunan penguasa muslim (Hpmi), Apji, Kirana Enterprice, , lalu Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota. Kemudian ada seorang dr ricard lee beliau tidak dapat izin, Karena harinya sudah kita tentukan, akhirnya bergabung dengan Kita. dr richard lee mengusulkan Ayam kecap. Laju. Jadi Ayam kecap sama Rendang.Kita siapkan Chef terbaik di Kota Palembang bersama dengan EO Kiki Kirana. Biar masyarakat Indonesia tahu kalau orang Palembang tertib, teratur, santun dan tidak rakus seperti yang dikatakan netizen di medsos. ” Demikian harapan Charma Afrianto dari acara Masak Besak ini.
Charma menambahkan mengenai tindakan secara hukum , Gencar sudah melaporkan dan laporan diterima. Mengenai proses hukum diserahkan kepada pihak kepolisian. Kalaupun Willie Salim datang ke Palembang bisa jadi memenuhi panggilan aparat Kpolisian Polda Sumsel.

“Sikap Kami secara hukum sudah ada 3 Ormas yang melaporkan Willie Salim. Pertama kali Gencar yang melaporkan. Mudah mudahan segera diproses. Laporan diterima. Para saksi dari Ormas sudah diperiksa. Saya percaya kok laporan ini jalan. Inilah bentuk kekecewaan Kami, tapi wong plembang ini santun, Kami tidak balas menyerang, Kami tidak balas mengutuk, tapi Kami balas dengan berkarya. Mari buktikan diluar sana kepada seluruh ras masyarakat Indonesia. Orang batak, orang Jawa orang Kalimantan mengatakan orang Plembang ini baik, orang plembang nih ramah, orang plembang tidak rakus. Hari ini masak besak bersam, Ini cara Kami membalas. Saya tidak tau apakah dengan permintaan ma’af, polisi mengangap tidak ada unsur pidananya, itu urusan pihak kepolisian. Saya secara pribadi mema’afkan, tetapi bagaimana perkara ini dimata hukum, Saya tidak ikut ikut. Kalo dia kembali, mungkin dia datang memenuhi panggilan polisi polda. Willie Salim jadilah konten kreator yang bijak. Jadilah orang indonesia yang punya harkat dan martabat. Mari kita angkat obyek positif dari yang kita kontenkan bukan dengan menjatuhkan. Semoga anda sukses, dan do’akan Kami wong plembang tidak terprovokasi oleh Anda” demikian ditutup Charma Afrianto, Ketua Umum Gencar dengan harapan Ws sukses dan orang plembang tidak terprovokasi .
Aksi ini bukan sekadar balasan untuk Willie, tapi juga bukti bahwa warga Palembang sejatinya dermawan dan ramah. Ws yang gagal mengadakan konten berbagi dibulan Ramadhan bahkan diduga ada unsur kesengajaan memperlambat berbuka warga yang diundang dalam acara Berbuka bersama. Bahkan warga yang diundang untuk berbuka disebut rakus, padahal semua tau bagaimana daging rendang bisa untuk berbagi apabila pukul 19.00 Wib daging baru dimasak.
Acara ditutup dengan sedikit pesan dan do’a dari Habib Amak Alhabsy disusul buka bersama.
“Semoga apa yang kita lakukan ini bisa mengembalikan marwah kota palembang” demikian disampaikan secara singkat oleh Habib Amak Alhabsy. Kemudian acara ditutup dengan do’a serta buka bersama. (Rd)
.






















